Selamat pagi!
Ini sarapan pagi pertama saya di Pittsburgh :). Sengaja makan banyak di hotel, biar gak banyak jajan di luar, hehe. Waktu sarapan kami udah mulai lihat beberapa orang peserta dari region lain bersama dengan advisornya. Pak Ben baru bisa nyampe di Pittsburgh sore sebelum acara meet n greet dan technical meeting dengan Mike, jadi kami memutuskan untuk jalan-jalan (beneran jalan kaki) keliling kota mumpung belum ada acara yang wajib dihadiri.
Ini sarapan pagi pertama saya di Pittsburgh :). Sengaja makan banyak di hotel, biar gak banyak jajan di luar, hehe. Waktu sarapan kami udah mulai lihat beberapa orang peserta dari region lain bersama dengan advisornya. Pak Ben baru bisa nyampe di Pittsburgh sore sebelum acara meet n greet dan technical meeting dengan Mike, jadi kami memutuskan untuk jalan-jalan (beneran jalan kaki) keliling kota mumpung belum ada acara yang wajib dihadiri.
Persis seberang hotel ada museum, Senator John Heinz History Center namanya. Berpikir museumnya deket dari hotel, bisa kapanpun kesitu nanti, jadi kami cuma foto-foto di depannya sambil lewat.
Heinz History Center dari halaman Hampton
(Heinz History Center)
(Heinz History Center)
(Heinz History Center)
Rencananya kami mau nyari Chinatown nya Pittsburgh. Bingung ke arah mana, akhirnya Ade dengan skillnya, nanya mba-mba bule yang lewat, hahaha. Dia mau berangkat kerja, yaudah akhirnya kita disuruh ngikutin dia jalan kemana. Dan ketika dia harus belok ke arah tempat kerjanya dia nunjukin arah ke Chinatown nya. Kami jalan kaki hampir sepanjang Grant st. ngelewatin banyak gedung-gedung tinggi, gedung berarsitektur romawi, klasik sampai modern.
Post office and Courts of the USA (Grant st.)
University of Pittsburgh Medical Center atau UPMC (Grant st.)
Suasana Grant st., jalanannya pake paving block.
First Lutheran Church of Pittsburgh (Grant st.)
Dunkin' Donuts! :D (Grant st.)
Allegheny County Courthouse (Grant st.)
Starbucks!. Di gedungnya Omni William Penn Hotel (Oliver ave.)
Pittsburgh Mayor's Office (Grant st.)
One Oxford Centre (Grant st.)
Kami dikasih tau kalo Chinatown nya ada di 3rd ave. Sampe di 3rd ave., ternyata yang ada cuma Chinatown Inn to', gak ada toko-toko atau tempat makan, hahaha. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Point State Park, tepat di ujung pertemuan Ohio, Allegheny dan Monongahela River. Kami melewati Boulevard of the Allies sebelum akhirnya sampai di Point State Park. Sayangnya ternyata taman deket air mancurnya ditutup, lagi direnovasi :(
Ini dia Chinatown nya :)) (3rd ave.)
(Boulevard of the Allies)
Halte (Boulevard of the Allies)
(Boulevard of the Allies)
Rumah-rumah di atas bukit, seberang Monongahela River. (Boulevard of the Allies)
Ada beginian :)) (Boulevard of the Allies)
Parkir tingkat (Boulevard of the Allies)
Commonwealth Place
(Point State Park)
(Point State Park)
(Point State Park)
(Point State Park)
(Point State Park)
(Point State Park)
Dibawah Fort Duquesne Bridge (Point State Park)
Toilet portable, andalannya Maisi :))
Rumputnya digulung XD (Point State Park)
(Point State Park)
(Point State Park)
Harusnya bisa ke Point State Park Fountain ini kalo gak lagi di renovasi (foto dari sini)
Setelah puas foto-foto dan duduk-duduk di taman, kami balik ke hotel lewat Three Rivers Heritage Trail di tepi Allegheny River sebelum naik ke 9th st. Three Rivers Heritage Trail adalah jalur hijau dan jalur pejalan kaki dan sepeda sepanjang 24 mil di tepi Ohio, Allegheny dan Monongahela River. Sungainya bersih. Gak ada sampah di sungai maupun di jalur pejalan kakinya selain daun-daunan. Di seberang Allegheny River kami liat ada Carnegie Science Center, Heinz Field, Delmonte building dan PNC Park.Heinz Field adalah rumahnya Pittsburgh Steelers football team, sedangkan PNC Park adalah rumahnya Pittsburgh Pirates baseball club. Di sungainya sesekali lewat yacht yang cuma muat beberapa orang atau great cruises yang muat lebih banyak.
Three Rivers Heritage Trail
Carnegie Science Center dan Heinz Field
Fort Duquesne Bridge. Btw, lucu ya fotonya :P
PNC Park
ITB IBA team :)
Great Cruises
Di jalan pulang kami mampir makan di Subway di Penn ave. Saya makan chicken sandwich yang reguler sama minum teh abis sekitar USD 6. Yang lain makan pizza atau sandwich dengan ukuran yang lebih besar dan teh atau soda, abis sekitar USD 6-9. Di Penn ave ini banyak deretan cafe dan resto, ada juga hotel, taman dan theater.
Jalur pejalan kakinya lebar, bersih, teduh dan banyak tempat duduk
Rachel Carson Bridge (9th st.)
Smile you're on camera :) (Garrison Pl)
Peace, love and ice cream! (Ben & Jerry's, Penn ave.)
David L. Lawrence Convention Center (Penn ave.)
Cita-cita foto sama orang US Army akhirnya kesampean :)) (Penn ave.)
Kira-kira inilah rute jalan-jalan kami pagi-siang :))
Sorenya kami ke David L. Lawrence Convention Center untuk ketemu Mike. Ternyata acara meet n greetnya gak jadi. Pantesan pas kami mau berangkat ke David L. Lawrence Convention Center, saya liat ada tim lain lagi duduk-duduk santai di lobi hotel. Sambil nunggu Ade, Chesa dan Aril, saya dan Maisi ketemu kenalan sama tim dari Sultan Qaboos University, Oman yang baru balik ke hotel. Timnya terdiri dari 4 orang cewek (berhijab) dan 1 orang cowok. Nama-namanya lupa, cuma inget mukanya, hehehe. Di David L. Lawrence CC kami ketemu Mike, Chuck dan beberapa orang lain dari AAPG. Kami dikasih jadwal kapan kami presentasi dan ditunjukin dimana ruang latihan, ruang penjurian dan student lounge nya. Pertama kali ketemu Chuck, dia menyapa kami pake Bahasa! Ternyata Chuck pernah tinggal 15 tahun di Indonesia, hehe.
Kami jalan dari jalanan masih terang sampe akhirnya matahari terbenam sekitar jam 9 kurang. Akhirnya kami belok ke 6th st, berniat makan makanan Italy di Cafe Milano, tapi akhirnya gak jadi karena keburu ngeliat ada resto India di sebrang Cafe Milano, India Palace namanya.
Sorenya kami ke David L. Lawrence Convention Center untuk ketemu Mike. Ternyata acara meet n greetnya gak jadi. Pantesan pas kami mau berangkat ke David L. Lawrence Convention Center, saya liat ada tim lain lagi duduk-duduk santai di lobi hotel. Sambil nunggu Ade, Chesa dan Aril, saya dan Maisi ketemu kenalan sama tim dari Sultan Qaboos University, Oman yang baru balik ke hotel. Timnya terdiri dari 4 orang cewek (berhijab) dan 1 orang cowok. Nama-namanya lupa, cuma inget mukanya, hehehe. Di David L. Lawrence CC kami ketemu Mike, Chuck dan beberapa orang lain dari AAPG. Kami dikasih jadwal kapan kami presentasi dan ditunjukin dimana ruang latihan, ruang penjurian dan student lounge nya. Pertama kali ketemu Chuck, dia menyapa kami pake Bahasa! Ternyata Chuck pernah tinggal 15 tahun di Indonesia, hehe.
Welcome to ACE 2013 (David L. Lawrence Convention Center)
Persiapan exhibition (David L. Lawrence Convention Center)
(David L. Lawrence Convention Center)
ITB IBA team & Chuck Caughey (David L. Lawrence Convention Center)
(David L. Lawrence Convention Center)
(David L. Lawrence Convention Center)
Kalo bareng-bareng foto kaki atau sepatu tiada lain dan tiada bukan adalah idenya Maisi :))
(David L. Lawrence Convention Center)
Tim dari Nigeria lagi jalan menuju riverfront plaza (David L. Lawrence Convention Center)
Dari David L. Lawrence CC, kami balik ke hotel lewat Penn Ave. Saya dan Maisi beli eskrim di Ben & Jerry's. Saya beli rasa peaches and cream, Maisi beli banana apaa gitu, lupa, hahaha. Untuk satu cup kecil saya bayar sekitar USD 5. Kami sampe di hotel, Pak Ben juga udah sampe hotel, dan minta kami nunggu di lobi lalu pergi bareng-bareng cari makan. Sebelum jalan kami ketemu dan kenalan sama tim dari Brazil dan tim dari Manchester. Kami kenalan sama 6 orang dari Manchester. Lho? kok 6 orang? Ternyata 1 orangnya adalah faculty advisornya. Masih muda banget, gak keliatan kalo dia advisornya. Dan ganteng, dan cara ngomongnya teratur banget, dan seketika Maisi terpesona :p
Dan lagi, kami jalan lewat Penn ave, lalu lewat Stanwix st, Boulevard of the Allies, Smithfield st, Liberty ave, 10th st, dan lewat Penn ave lagi karena belum nemu tempat makan yang cocok dan udah banyak yang tutup -__-
Gak ada capek-capeknya emang Pak Ben, baru sampe dari Indonesia dan katanya gak bisa tidur selama di pesawat, masih bisa jalan cepet. Ade masih bisa ngimbangin jalannya si Bapak. Maisi dan Aril ngikut di belakang, Chesa terus-terusan bilang "sabar ya temen2" dan gw udah nyeret-nyeret kaki :))). Gempoor, hahaha. Kalo di bandung males banget jalan kaki di pinggir jalan sejauh ini, jarak 100 meter aja lebih sering ngangkot daripada jalan, :)). Saya pernah denger tentang iklim yang katanya ngaruh ke perilaku orang-orangnya. Iklim tropis yang hangat bikin orang-orangnya lebih males gerak, dibanding orang-orang yang tinggal di daerah yang ngalamin musim dingin. Udara yang hangat bikin orang nyaman dan males gerak, sedangkan udara yang dingin bikin orang lebih banyak gerak supaya gak kedinginan. Ya selain iklim tadi, suasana juga ngaruh kali ya. Kalo jalan kaki di trotoar di Bandung yang kadang udah rusak atau dipenuhi orang jualan, liat jalan rame sama angkot dan kendaraan pribadi, plus asap dari kendaraan, bikin saya males jalan. Disana gasoline dan parkir mahal, jadi orang lebih milih pake public transport atau jalan kaki. Public transport di dalem kotanya pun kereta bawah tanah, jadi gak banyak kendaraan lalu lalang di jalanan. Dan karena saya kesana sebagai turis, ya memang mending jalan kaki biar bisa lebih detil liat-liat suasana kotanya.
Agnes R. Katz Plaza (Penn ave), mata-matanya bisa buat duduk-duduk lho..
Heinz Hall (Penn ave)
PPG Industries Headquarter (Stanwix st)
PPG Industries Headquarter
PPG Industries Headquarter
Art Institute of Pittsburgh (Boulevard of the Allies)
Burlington Coat Factory, difoto dari Mellon Square Park (Smithfield st)
Di India Palace, Pak Ben, Ade, Chesa dan Aril pesen Biryani, masing-masing 1 porsi , ada yang pake udang, ayam, atau kambing. Kalo pesen Biryani, disini dikasih Raita juga di mangkok terpisah. Si Ade seneng banget makan Biryani sama Raita. Dia bilang di Bukittinggi ada makanan mirip Raita. Saya pesen Chicken Curry dan Maisi pesen Chicken Saag. Pak Ben tambah pesen 6 Naan buat kami berenam. Porsi makanan disini besar, kalo buat saya bisa untuk dua kali makan kalo jumlah nasinya kayak biasa saya makan. Akhirnya saya makan cuma beberapa sendok nasi, biar masih bisa ngabisin ayamnya. Naan nya pun masih sisa banyak, gak ada yang kuat ngabisin :)). Overall makanan disini semuanya enaaak, cocok buat lidah orang Indonesia. Saya makan dan minum air mineral abis sekitar USD 15, yang lain sekitar USD 15-18. Tentunya kalo makan bareng Pak Ben, gak sopan namanya kalo kita bayar sendiri-sendiri, hehehe.
Tentang waktu sholat, cuma waktu sholat subuh disini yang hampir sama dengan di Indonesia, sekitar jam 4 am. Siangnya lebih lama. Dzuhur sekitar jam 2 pm, ashar jam 6 pm, magrib jam 9 pm, dan Isya sekitar jam 11 pm. Tapi tentunya semuanya -11 jam dari waktu di Indonesia. Bangun pagi sholat subuh itu rasanya kayak bangun sore abis tidur siang. Tidur malem disana sering kebangun, berasa kayak tidur siang kelamaan. Dan kalo pergi siang-siang ngantuknya bukan main, baru kerasa hilang ngantuknya lewat jam 7 pm. Chesa siang-siang kerjaannya mintain obat tetes matanya Maisi karena matanya merah :p
Photo courtesy of: Bachesha W., Syahrial S.H., Maisi A.R., Risca M.S.

