Thursday, 5 September 2013

USA Trip - Fallingwater

Pagi ini dimulai dengan meeting AAPG Asia Pacific di Somerset West Ballroom, Westin Hotel. Hadir di acara ini sekitar kurang dari 30an orang kalo tidak salah, geoscientist dari atau yang bekerja di wilayah Asia Pacific dan students dari universitas di wilayah Asia Pacific. Saya cuma mengenali Chuck Caughey sama Peter Baillie yang sempet kami temui waktu acara IBA ceremony sebelum pembukaan AAPG ACE 2013. 
Btw, ini foto yang diambil di lobby Westin hotel (diedit untuk menambahkan text), yang ditengah itu mozaik kota Pittsburgh, golden triangle yang dilalui Allegheny, Monongahela, dan Ohio River.




Selesai meeting sekitar jam 10 am, saya, Maisi dan Chesa balik ke hotel untuk ganti baju, sebelum kami balik lagi ke Westin janjian dengan Pak Ben. Hari ini kami berencana untuk ke Fallingwater (lagi), hehe. Kali ini Mas Rey gak ikut, jadi mobilnya pas buat bertujuh, Pak Ben, Bu Anna, dan kami berlima. 
Ini pemandangan yang terlihat sepanjang perjalanan menuju Fallingwater, rumah-rumah tak berpagar, padang rumput hijau yang luas banget plus sapi-sapinya :D.

Pittsburgh downtown --> Fallingwater

Pittsburgh downtown --> Fallingwater

Pittsburgh downtown --> Fallingwater

Pittsburgh downtown --> Fallingwater

Pittsburgh downtown --> Fallingwater

Pittsburgh downtown --> Fallingwater

Pittsburgh downtown --> Fallingwater

Setelah kurang lebih satu jam perjalanan akhirnya kami sampai di pintu masuk Fallingwater. Saya lupa berapa tiket masuk kesini, saya duduk paling belakang dan gak terlalu merhatiin pas Bu Anna bayar tiket di pintu masuk, hehe. Setelah parkir kami jalan menuju visitor center, tempatnya berbentuk kayak gazebo, ada tempat duduk-duduk dan pusat informasi di bagian tengah yang terbuka, toilet, cafe dan toko souvenir di bagian yang lain. Gazebo ini bentuknya kayak rumah panggung, berlantai dan langit-langit kayu dan tiang dari tembok. Saya liat sebagian besar pengunjung Fallingwater ini orangtua, cuma beberapa saya liat anak mudanya. Setelah beli air mineral disitu kami jalan kaki menuju Fallingwater yang sebenernya, hehe. Kami melewati jalan berkerikil yang dikelilingi hutan, melewati pondok dari kayu dengan halaman berumput yang luas, turun ke sungai jernih dengan singkapan di tebing, sebelum akhirnya Fallingwater terlihat di seberang jembatan. Fallingwater ini adalah rumah karya arsitek terkenal di Amerika, Frank Lloyd Wright untuk Kaufmann family. Rumah ini berada di atas air terjun kecil, dikelilingi hutan dan singkapan (teuteup, hahaha).

(Fallingwater)

(Fallingwater)

Menuju (Fallingwater) visitor center

(Fallingwater) Visitor center

(Fallingwater) Visitor center

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

Finally, (Fallingwater) :)

Akses turun langsung ke sungai dari rumahnya (Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

Dari best spot buat foto (Fallingwater) :)

Cieee XD (Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

Sukses bikin iri, ahahaha (Fallingwater)

(Fallingwater)

(Fallingwater)

Dari Fallingwater kami balik ke visitor centernya lagi, liat-liat di toko souvenir, lalu makan siang di kafenya. Cafe ini menyediakan makanan organik. Maisi pesan sandwich yang pake goat cheese, saya pesan sandwich isi ayam sama sayuran yang pake dressing warna kehitaman (gak tau apa, :)) ). Tambahannya bisa milih rice shaped pasta atau sweet potato alias ubi :D. Tebak rasa sandwichnya. Supeeeeer hambar -__-. Biar ada rasanya akhirnya saya tambahin saus tomat sama mayo. Pak Ben bilang chefnya pasti sedih liat makanan organik yang udah dibuat sedemikian rupa, kami aduk-aduk sama mayonnaise dan saus tomat :)).

 (Fallingwater)

 (Fallingwater)


(Fallingwater) 


 (Fallingwater)


(Fallingwater)

Selesai makan siang Pak Ben ngajak kami arung jeram di Youghiogheny River atau Yough River, ke arah tenggara dari Fallingwater. Sayangnya sampe sana udah gak bisa, karena ternyata harus dateng dari pagi kalo mau ikut arung jeram. Disana ada toko souvenir dan perlatan camping, hiking, dll, saya beli kaos satu set sama topinya. Dari toko souvenir, kami nyebrang ke taman di pinggir Yough River. Disana ada beberapa orang yang lagi duduk-duduk di pinggir sungai, ada pasangan kakek-nenek sama anak muda. Di seberang sungai terlihat beberapa orang main di sungai. Sungainya jernih, dan pinggirannya juga bersih. Di bagian ini lebar sungai kurang lebih sekitar 100 meter. Kami jalan sampai ke deket air terjunnya sambil foto-foto sebelum balik ke hotel.

(Yough River)

(Yough River)


(Yough River)


Pak Ben dan Bu Anna (Yough River)


Maisi dan Chesa (Yough River)


Aril (Yough River)


Ade (Yough River)

(Yough River)


(Yough River)


(Yough River)


(Yough River)


(Yough River)


(Yough River)


(Yough River)

(Yough River)


(Yough River)

Kami sampai di hotel sore sekitar jam 6 pm. Kami berpamitan sama Pak Ben dan Bu Anna, sebelum nanti malam kami berangkat ke New York dan lusa pulang ke Indonesia. Pak Ben dan Bu Anna besok pagi berangkat ke Chicago, sebelum nanti ke New York dan lalu pulang ke Indonesia.
Malam ini saya packing semua barang-barang ke dalam koper, kecuali tas yang akan saya pake ke New York. Untuk one day trip ini saya bawa 1 kaos dan jilbab ganti, 1 jaket, kamera DSLR dan kamera pocket, serta cemilan dan minum buat di bus. Oya, untuk air mineral, selama disini saya biasa beli seharga USD 2 di vending machine yang ada di tiap lantai hotel, atau ngambil gratisan dari lobby hotel (gratisannya kadang air mineral atau snacks semacam lays dkk). Selesai packing, kami keluar makan malam bareng Mas Rey. Terminal bus tempat kami berangkat nanti jaraknya cuma sekitar kurang lebih 150 meter dari hotel tempat kami tinggal. Karena udah mepet sama jam keberangkatan akhirnya kami makan di deket-deket terminal bus nya. Mas Rey, Aril dan Ade makan di Sushi Kim, sedangkan saya, Maisi dan Chesa bungkus makanan dari McD (walaupun pada akhirnya Maisi pesen makanan lagi di Sushi Kim, hehe). 
Selesai makan dan pamitan sama Mas Rey kami langsung menuju terminal bus dan mulai ngantri di pintu masuk deket busnya. Tiket bus yang kami pesan online udah kami print di hotel (gratis). Print out tiket udah kami pegang masing-masing. Sebelum masuk bus kami harus memperlihatkan tiket dan passport sama petugas pemeriksa tiket yang kemudian berikutnya kami ketahui juga berperan sebagai sopir busnya, hahaha. Di tiket gak dicantumin nomor kursi atau tempat duduknya, jadi kita bebas duduk dimana aja, kecuali di bagian depan yang di khususkan untuk penyandang cacat, ibu hamil dan lansia. Saya duduk deket jendela, bersebelahan sama Maisi. Ade dan Aril di jok seberang dan Chesa di jok belakang saya dan Maisi. Busnya lumayan bersih, tempat duduknya lumayan lega (mungkin faktor tinggi badan :p), ada pijakan kaki di bagian depan (kayak di pesawat), ada colokan buat charging hp dll, dan ada wifi gratis. Di deket jendela ada lubang AC nya, jadi saya yang duduk deket jendela jadi lumayan kedinginan, hahaha. Akhirnya, sekitar jam 12 tengah malem busnya berangkat. New York, we're comiiiing.. :D

Photo courtesy of: Bachesha W., Maisi A.R., Risca M.S.









No comments:

Post a Comment